1.1.Kosep Dasar Sistem
A. Definisi Sistem
Menurut Moekijat dalam Prasojo (2011:152), “Sistem adalah setiap sesuatu terdiri dari obyek-obyek, atau unsur-unsur, atau komponen-komponen yang bertata kaitan dan bertata hubungan satu sama lain, sedemikian rupa sehingga unsur-unsur tersebut merupakan satu kesatuan pemrosesan atau pengolahan yang tertentu”.
Terdapat dua kelompok pendekatan didalam pendefinisian sistem, yaitu :
- Pendekatan yang menekankan pada prosedur, mendefinisikan sistem sebagai sebuah jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berkaitan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan sebuah aktivitas atau untuk menyelesaikan suatu sasaran tertentu.
- Pendekatan yang menekan pada elemen atau komponen, mendefisinikan sistem sebagai kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
B. Karakteristik Sistem
- Memiliki komponen.Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, bekerja sama membentuk satu kesatuan. Komponen-komponen sistem dapat berupa suatu subsistem atau bagian-bagian dari sistem. Setiap sistem tidak perduli betapapun kecilnya, selalu mengandung komponen-komponen atau subsistem-subsistem. Setiap subsistem mempunyai sifat-sifat dari sistem untuk menjalankan suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan. Suatu sistem dapat mempunyai suatu sistem yang lebih besar yang disebut supra sistem, misalnya suatu perusahaan dapat disebut dengan suatu sistem dan industri yang merupakan sistem yang lebih besar dapat disebut dengan supra sistem. Kalau dipandang industri sebagai suatu sistem, maka perusahaan dapat disebut sebagai subsistem. Demikian juga bila perusahaan dipandang sebagai suatu sistem, maka sistem akuntansi adalah subsistemnya.
- Batas sistem (boundary).Batas sistem merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Batas sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai suatu kesatuan. Batas suatu sistem menunjukkan ruang lingkup (scope) dari sistem tersebut.
- Lingkungan luar sistem (environment).Adalah apapun di luar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem.
- Penghubung sistem (interface).Merupakan media penghubung antara satu subsistem dengan subsistem yang lainnya.
- Masukan sistem (input).Merupakan energi yang dimasukkan ke dalam sistem. Masukan dapat berupa masukan perawatan (maintenance input) dan masukan sinyal (signal input). Maintenance input adalah energi yang dimasukkan supaya sistem tersebut dapat beroperasi. Signal input adalah energi yang diproses untuk didapatkan keluaran. Sebagai contoh didalam sistem komputer, program adalah maintanance input yang digunakan untuk mengoperasikan komputernya dan data adalah signal input untuk diolah menjadi informasi.
- Keluaran sistem (Output).Merupakan hasil dari energi yang diolah oleh sistem.
- Pengolah sistem (Process).Merupakan bagian yang memproses masukan untuk menjadi keluaran yang diinginkan.
- Sasaran sistem.Kalau sistem tidak mempunyai sasaran, maka operasi sistem tidak akan ada gunanya.
C. Klasifikasi Sistem
Menurut Jogiyanto (2005) Sistem dapat diklasifikasi dari beberapa sudut pandang, diantaranya sebagai berikut:
- Sistem Abstrak dan Sistem Fisik. Sistem abstrak adalah sistem berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tanpak secara fisik. Misalnya sistem teologia, yaitu sistem yang berupa pemikiran-pemikiran hubungan antara manusia dengan Tuhan. sistem fisik merupakan sistem yang ada secara fisik. Misalnya sistem komputer, sistem akutansi, sistem produksi dan lain sebagainya.
- Sistem Alamiah dan Sistem Buatan. Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi melalui proses alam, tidak dibuat manusia. Misalnya sistem perputaran bumi. Sistem buatan manusia merupakan sebuah sistem yang dirancang oleh manusia. misalnya sistem penggunaan komputer.
- Sistem Tertentu dan Sistem Tak Tentu. Sistem tertentu beroprasi dengan tingkah laku yang sudah dapat di prediksi. Interaksi diantara bagian-bagiannya dapat deteksi dengan pasti. Misalnya sistem komputer. Sistem tak tentu adalah sistem kondisi masa depannya tidak dapat di prediksi karena mengandung unsur probabilitas. Misalnya sistem sosial dan sistem politik.
- Sistem Tertutup dan Sistem Terbuka. Sistem tertutup merupakan sistem yang tidak berhubungan dan tidak berpengaruh dengan lingkungan luarnya. Sistem terbuka adalah sistem yang berhubungan dengan pengaruh lingkungan luarnya.
1.2.Konsep Dasar Informasi
A. Definisi Data dan Informasi
Beberapa definisi tentang data dari sudut pandang yang berbeda-beda:
- Menurut berbagai kamus bahasa Inggris-Indonesia, data diterjemahkan sebagai istilah yang berasal dari kata “datum” yang berarti fakta atau bahan-bahan keterangan.
- Dari sudut pandang bisnis, data bisnis (business data) adalah deskripsi organisasi tentang sesuatu(resources) dan kejadian (transactions) yang terjadi (business data is an organization’s description of things (resources)and events (transactions) that it faces).
- Data adalah deskripsi dari sesuatu dan kejadian yang kita hadapi.
- Data adalah kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan nyata. Kejadian adalah sesuatu yang terjadi pada saat tertentu. Kesatuan nyata adalah berupa suatu objek nyata seperti tempat, benda dan orang yang betul-betul ada dan terjadi.
- Beberapa definisi tentang informasi dari sumber yang berbeda-beda:
- Menurut Gordon B. Davis dalam bukunya Management Informations System : Conceptual Foundations, Structures, and Development menyebut informasi sebagai data yang telah diolah menjadi bentuk yang berguna bagi penerimanya dan nyata, berupa nilai yang dapat dipahami di dalam keputusan sekarang maupun masa depan.
- Menurut Barry E. Cushing dalam buku Accounting Information System and Business Organization, dikatakan bahwa informasi merupakan sesuatu yang menunjukkan hasil pengolahan data yang diorganisasi dan berguna kepada orang yang menerimanya.
- Menurut Robert N. Anthony dan John Dearden dalam buku Management Control Systems, menyebut informasi sebagai suatu kenyataan, data, item yang menambah pengetahuan bagi penggunanya.
- Menurut Stephen A. Moscove dan Mark G. Simkin dalam bukunya Accounting Information Systems : Concepts and Practise mengatakan informasi sebagai kenyataan atau bentuk-bentuk yang berguna yang dapat digunakan untuk pengambilan keputusan bisnis.
Dari beberapa penjelasan diatas sehingga dapat disimpulkan bahwa:
Data adalah nilai yang mendeskripsikan dari suatu objek atau kejadian. Informasi adalah hasil dari pengolahan data dalam bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian sehingga akan berguna untuk pengambilan keputusan.
B. Siklus Informasi

Di dalam siklus informasi terdapat 7 (tujuh) tahapan sebagai berikut :
Data. Data merupakan bentuk yang masih mentah yang belum dapat bercerita banyak sehingga perlu diolah lebih lanjut, sebagai contoh data pribadi mahasiswa, data nilai siswa, data quesioner, dan data guru. Hal ini belum bisa bercerita banyak ke lembaga.
- Input. Data-data yang ada diinputkan untuk segera ditindaklanjuti ke dalam proses pengolahan.
- Proses. Data-data yang telah diinputkan melalui dan menggunakan suatu model tertentu. Contohnya nilai mahasiswa yang dihasilkan berupa nilai angka, di mana data ini masih kurang tepat bagi penerimanya jika terbiasa dengan grade. Supaya lebih tepat, maka diolah dengan modelperhitungan dengan range untuk mendapatkan grade nilai. Pada proses ini data-data tersebut disimpan ke dalam database dan dapat diambil kembali untuk melakukan suatu proses.
- Output. Data-data yang telah diproses dengan model tertentu, selanjutnya menghasilkan informasi.
- Penerima. Penerima selanjutnya menerima informasi tersebut. Hal ini penerima merupakan orang yang berkepentingan dengan informasi tersebut.
- Keputusan dan tindakan. Penerima yang telah menerima informasi tersebut, selanjutnya membuat suatu keputusan dan melakukan suatu tindakan.
- Hasil tindakan. Penerima yang telah membuat suatu keputusan dan melakukan suatu tindakan, maka akan menghasilkan suatu tindakan yang akan membuat sejumlah data lagi. Data-data tersebut dikumpulkan sebagai input, selanjutnya diproses kembali melalui suatu model dan seterusnya.
C. Mutu Informasi : Kualitas dan Nilai Informasi
Kualitas Informasi :
tergantung dari 3 hal, yaitu informasi harus :
- Akurat, berarti informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak bias atau menyesatkan. Akurat juga berarti informasi harus jelas mencerminkan masudnya.
- Tetap pada waktunya, berarti informasi yang datang pada penerima tidak boleh terlambat.
- Relevan, berarti informasi tersebut menpunyai manfaat untuk pemakainya. Relevansi informasi untuk tiap-tiap orang satu dengan yang lainnya berbeda.
Nilai Informasi :
Ditentukan dari dua hal, yaitu manfaat dan biaya mendapatkannya. Suatu informasi dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya mendapatkannya. Pengukuran nilai informasi biasanya dihubungkan dengan analisis cost effectiveness atau cost benefit.
1.3 Konsep Dasar Informasi
A. Definisi Sistem Informasi
Berikut pengertian sistem informasi menurut para ahli:
- Tafri D. Muhyuzir berpendapat bahwa sistem informasi merupakan data-data yang telah dikumpulkan, dikelompokan kemudian diolah menjadi sebuah informasi yang bermanfaat dan bernilai bagi penerimanya.
- Mc leod berpendapat bahwa sistem informasi merupakan sistem yang berkemampuan dapat mengumpulkan serta mengelompokan informasi dari berbagai sumber dengan menggunakan berbagai media sehingga dapat menampilkan informasi.
- Lani Sidharta berpendapat bahwa sistem informasi merupakan sistem yang dibuat oleh manusia yang berisi serangkaian komponen terpadu dan manual bagian komponen terkomputerisasi sehingga dapat mengumpulkan dan mengolah data lalu menghasilkan informasi bagi pengguna.
- Kertahadi berpendapat bahwa sistem informasi merupakan alat yang mampu menyajikan informasi yang berguna bagi penerimanya.
B. Komponen-komponen Sistem Informasi
Dalam suatu sistem informasi terdapat komponen-komponen, seperti :
- Perangkat keras (hardware) : mencakup peranti-peranti fisik seperti komputer dan printer.
- Perangkat lunak (software) atau program : sekumpulan instruksi yang memungkinkan perangkat keras untuk dapat memproses data.
- Prosedur : sekumpulan aturan yang dipakai untuk mewujudkan pemrosesan data dan pembangkitan keluaran yang dikehedaki.
- Orang / Manusia : semua pihak yang bertanggung jawab dalam pengembangan sistem informasi, pemrosesan, dan penggunaan keluaran sistem informasi.
- Basis data (database) : sekumpulan tabel, hubungan, dan lain-lain yang berkaitan dengan penyimpanan data.
- Jaringan komputer dan komunikasi data : sistem penghubung yang memungkinkan sesumber (resources) dipakai secara bersama atau diakses oleh sejumlah pemakai.
C. Peranan Sistem Informasi Bagi Manajemen
http://catatan-risma.blogspot.com/2013/03/peran-sistem-informasi-manajemen-dalam_4935.html
BAB II: TINJAUAN UMUM PENGEMBANGAN SISTEM
1. Alasan Melakukan Pengembangan Sistem Informasi
Ada 3 alasan mengapa diperlukannya melakukan pengembangan sistem informasi:
- Adanya masalah-masalah yang timbul dari sistem yang lama.
- Untuk meraih kesempatan-kesempatan dalam berbagai hal.
- Adanya instruksi dari pimpinan atau adanya peraturan dari pemerintah.
- Prinsip Pengembangan Sistem Informasi
- Sistem yang dikembangkan untuk manajemen.
- Sistem yang dikembangkan adalah investasi modal yang besar.
- Sistem yang dikembangkan memerlukan orang-orang yang terdidik.
- Tahapan kerja dan tugas-tugas yang harus dilakukan dalam proses pengembangan sistem.
- Proses pengembangan sistem tidak harus urut.
- Jangan takut membatalkan proyek.
- Pemilik dan pengguna sistem harus terlibat dalam pengembangan
- Gunakan pendekatan pemecahan masalah
- Tetapkan standard untuk pengembangan dan dokumentasi yang konsisten.
- Justifikasi sistem sebagai investasi
3. Tahap Pengembangan Sistem
A. Tahap Perencanaan Sistem (System Planning)
B. Tahap Analisis Sistem (System Analysis)
C. Tahap Perancangan (System )
D. Tahap Implementasi (Implementation)
E. Tahap Pengujian (Testing).
F. Pemeliharaan (Maintenance)
4. Pendekatan Pengembangan Sistem
- Pendek atan Klasik VsPendekatan Terstruktur
- Pendekatan Sepotong VsPendekatan Sistem·
- Pendekatan Bottom-Up VsPendekatan Top-Down
- Pendekatan Menyeluruh VsPendekatan Moduler
- Pendekatan Lompatan Jauh VsPendekatan Berkembang
5. Alat &Teknik Pengembangan Sistem Informasi
Alat-alat pengembangan sistem adalah :
- HIPO diagram
- Data flow diagram
- Structured chart
- SADT diagram
- Warnier / Orr diagram
- Jackson’s diagram